Jumat, 02 September 2016

Landasan dan Prinsip Pengembangan Kurikulum



I.         PENDAHULUAN
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus senantiasa dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan kurikulum harus didasarkan pada landasan dan prinsip-prinsip pengembangan yang berlaku. Hal ini dimaksud agar pengembangan kurikulum yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan pendidikan nasional. Oleh sebab itu ada beberapa landasan dan prinsip-prinsip yang harus menjadi pedoman dalam pengembangan kurikulum.
Makalah ini mencoba untuk memaparkan apa yang menjadi landasan-landasan dan prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses pengembangan kurikulum.

II.     RUMUSAN MASALAH
A.       Apakah pengertian landasan pengembangan kurikulum dan apa saja macam-macamnya ?
B.       Apakah pengertian prinsip pengembangan kurikulum dan apa saja macam-macam sumbernya ?
C.        Apa saja tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum ?
D.       Apa saja macam-macam prinsip pengembangan kurikulum ?

III.           PEMBAHASAN
A.       Pengertian Landasan Pengembangan Kurikulum dan Macam-Macamnya
Dalam buku ajar Teori Belajar dan Pembelajaran, Landasan setidaknya mempunyai makna berikut:
1.    Landasan adalah sebuah pondasi yang di atasnya di bangun sebuah bangunan.
2.    Landasan adalah pikiran-pikiran abstrak yang dijadikan titik tolak atau titik berangkat bagi pelaksanaan suatu kegiatan.
3.    Landasan adalah pandangan –pandangan abstrak yang telah teruji , yang yang dipergunakan sebagai titik tolak dalam menyusun konsep, pelaksanaan konsep dan evaluasi konsep.
Dengan demikian landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
Landasan pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat penting, sehingga apabila kurikulum diibaratkan sebagai sebuah bangunan gedung yang tidak menggunakan landasan atau fondasi yang kuat, maka ketika diterpa angin atau terjadi goncangan, bangunan gedung tersebut akan mudah rubuh dan rusak.
Demikian pula halnya dengan kurikulum, apabila tidak memiliki dasar pijakan yang kuat, maka kurikulum tersebut akan mudah terombang-ambing dan yang akan dipertaruhkan adalah manusia (peserta didik) yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri.[1]
Oleh sebab itu dibutuhkan landasan yang kuat dalam pengembangan kurikulum agar pendidikan dapat menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas. Ada 4 landasan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum yaitu :
a)      Landasan Filosofis
Adalah asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Asumsi-asumsi filosofis tersebut berimplikasi pada perumusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi pendidikan, penentuan strategi, serta pada peranan pada peserta didik dan peranan pendidik.
b)      Landasan Psikologis
Adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan mempelajari proses dan karakteristik perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan, sedangkan psikologi belajar mempelajari tingkah laku peserta didik dalam situasi belajar. Ada tiga jenis teori belajar yang mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan kurikulum, yaitu teori belajar kognitif, behavioristik, dan humanistik.
c)      Landasan Sosiologis
Adalah asumsi-asumsi yang berasal dari sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan kurikulum.[2]
Implikasinya sekolah dalam hal ini sebagai tempat melaksanakan pendidikan berfungsi untuk mempersiapkan anak didik agar mereka dapat berperan aktif di masyarakat. Oleh sebab itu kurikulum berperan sebagai pedoman dalam proses pendidikan di sekolah dan relevan dengan tuntutan masyarakat. Sekolah disini bukan hanya berfungsi untuk mewariskan kebudayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat saja, akan tetapi sekolah juga berfungsi untuk mempersiapkan anak didik dalam kehidupan masyarakat.[3]
d)     Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Adalah asumsi-asumsi hasil yang bersumber dari hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Mengingat pendidikan merupakan upaya menyiapkan siswa menghadapi masa depan dan dan perubahan masyarakat yang semakin pesat termasuk di dalamnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pengembangan kurikulum haruslah berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.[4]
Pengembangan kurikulum harus dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik untuk lebih banyak menghasilkan teknologi baru sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik masyarakat Indonesia, dan juga harus difokuskan pada kemampuan peserta didik untuk mengenali produk teknologi yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.[5]

B.     Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum dan Macam Macam Sumbernya.
-          Pengertian prinsip pengembangan kurikulum
Kata prinsip menunjukkan pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, keyakinan , harus di perhatikan , memiliki sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang biasanya selau ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang sama.
Pengertian dan makna dan prinsip ini menunjukan bahwa prinsip itu mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kaitannya dengan keberadaan sesuatu. melalui pemahaman prinsip orang bisa menjadikan sesuatu itu lebih efektif dan efesien. Prinsip juga mencerminkan hakikat yang dikandung oleh sesuatu baik dalam dimensi proses maupun dimensi hasil,dan bersifat memberikan rambu rambu atau aturan main atauran main yang harus di ikuti untuk mencapai tujuan secara benar .
            Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukan pada suatu pengertian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan perkembangan kurikulum terutama dalam fase perencanaan kurikulum. Prinsip-prinsip tersebut menggambarkan ciri dari hakikat kurikulum itu sendiri. Jika proses pengembangan kurikulum ingin berjalan secara efektif dan efisien, maka para pengembang kurikulum harus memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, baik yang bersifat umum maupun khusus.
-          Macam-macam sumber prinsip pengembangan kurikulum :
a.       Data empiris (empirical data), merujuk pada pengalaman yang terdokumentasi dan terbukti efektif
b.      Data eksperimen (experiment data), merujuk pada temuan-temuan hasil penelitian.
c.       Cerita atau legenda yang hidup di masyarakat (folklore of curriculum).
d.      Pemikiran umum atau akal sehat (common sense).[6]

C.    Tipe-tipe Prinsip Pengembangan Kurikulum
Pada dasarnya, tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum merupakan tingkat ketepatan (validity) dan ketetapan (reliability) prinsip yang digunakan. Hal ini ada kaitannya dengan sumber-sumber dari prinsip pengembangan kurikulum itu sendiri.
Menurut Oliva (1992) prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan menjadi tiga prinsip, yaitu:
a.       Anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (whole truth)
Adalah fakta, konsep dan prinsip yang diperoleh serta telah diuji dalam penelitian yang ketat dan berulang, sehingga bisa dibuat generalisasi dan bisa diberlakukan di tempat yang berbeda. Tipe prinsip kategori ini tidak akan mendapatkan tangan atau kritik karena sudah diyakini oleh orang-orang yang terlibat dalam pengembangan kurikulum.
b.      Anggapan kebenaran parsial (partial truth)
Adalah suatu fakta, konsep dan prinsip yang sudah terbukti efektif dalam banyak kasus, teteapi sifatnya masih belum bisa di generalisasikan. Tipe prinsip dianggap baik dan bermanfaat sehingga bisa digunakan.
c.       Anggapan kebenaran yang masih membutuhkan pembuktian(hypothesis)
Adalah asumsi kerja atau prinsip yang bersifat tentatif (sementara/masih dapat berubah). Prinsip ini muncul dari hasil deliberasi, judgment, dan pemikiran akal sehat. Sebagaimana halnya dengan prinsip tipe kebenaran parsial, prinsip tipe hipotesis juga masih memungkinkan adanya tantangan atau kritikan dalam penggunaannya (pro dan kontra).
Pada dasarnya kesemua tipe prinsip itu bisa digunakan. Tipe prinsip mana yang mendapat penekanan dalam penggunaanya, sangat bergantung pada perspektif para pengembang kurikulum tentang kurikulum itu sendiri.[7]

D.    Macam-macam prinsip pengembangan kurikulum
Terdapat banyak prinsip yang mungkin digunakan dalam pengembangan kurikulum. Macam-macam prinsip ini dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus.
a.         Prinsip Umum
Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum di manapun. Di samping itu, prinsip umum ini merujuk pada prinsip yang harus di perhatikan dalam pengembangan kurikulum sebagai totalitas dari gabungan komponen-komponen yang membangunnya. Adapun prinsip-prinsip umum di antaranya :
1)      Prinsip relevansi
Prinsip relevansi artinya prinsip kesesuaian . prinsip ini ada dua jenis yaitu: relevansi eksternal (external relevance)  dan relevansi internal (internal relevance). Relevansi eksternal artinya kurikulum harus sesuai kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan  dan tuntutan masyarakat yanga ada pada masa kini maupun kebutuhan yang diprediksi pada masa yang akan datang.sedangkan relevansi internal yaitu kesesuaian antar komponen kurikulum itu sendiri.
2)      Prinsip fleksibilitas
Prinsip fleksibilitas berarti suatu kurikulum harus bersifat lentur (tidak kaku)  terutama dalam hal pelaksanaanya. Implikasinya adalah para pengembang kurikulum harus mengusahakan agar kegiatan kurikuler bersifat luwes, dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu.
3)      Prinsip kontinuitas
Prinsip kontinuitas artinya kurikulum dikembangkan secara berkesinambungan, yang meliputi sinambung antar kelas maupun sinambung antar jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar proses pendidikan atau belajar siswa bisa maju secara sistematis, dimana pendidikan pada kelas atau jenjang yang lebih rendah harus menjadi dasar untuk dilanjutkan pada kelas dan jenjang diatasnya.
4)      Prinsip praktis atau efisiensi
Kurikulum dikembangkan dalam memperhatikan prinsip praktis, yaitu dapat dan mudah diterapkan dalam lapangan. Kurikulum harus bisa diterpkan dalam praktik pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu, salah satu criteria prinsip ini adalah efisien artinya tidak mahal alias murah.
5)      Prinsip efektivitas
Prinsip ini menunjukkan pada suatu pengertian bahwa kurikulum selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin di capai. Kurikulum merupakan instrument untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, jenis dan karakteristik tujuan apa yang ingin di capai harus jelas.[8]
6)      Prinsip integritas
Prinsip ini beranggapan bahwa setiap bagian yang ada dalam keseluruhan itu berada dan berfungsi dalam struktur tertentu. Implikasinya adalah para pengembang kurikulum harus memperhatikan dan mengusahakan agar pendidikan dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul dan manusia seutuhnya.
7)      Prinsip sinkronisasi
Prinsip ini menyesuaikan kebutuhan dengan keadaan sekolah sehingga kurikulum yang dihasilkan akan memiliki muatan yang lebih relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Kurikulum harus dikembangkan dengan mengusahakan agar semua kegiatan kurikuler, ektrakurikuler, dan kokurikuler serta pengalaman belajar lainnya dapat serasi, selaras, seimbang,searah dan setujuan.
8)      Prinsip objektifitas
Kurikulum harus dikembangkan dengan mengusahakan agar semua kegiatan dilakukan dengan tatanan kebenaran ilmiah serta mengesampingkan pengaruh-pengaruh subjektifitas, emosional dan irasional.
9)      Prinsip demokrasi
Pengembangan kerikulum harus di landasi oleh nilai-nilai demokrasi, yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan, dan memperhatikan keragaman peserta didik.[9]
b.      Prinsip Khusus
Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum, prinsip-prinsip ini berkenaan dengan :
1)      Tujuan kurikulum
2)      Isi kurikulum
3)      Didaktik-metodik (proses belajar-mengajar)
4)      Media dan sumber belajar
5)      Evaluasi
Manfaat yang bisa diambil dari prinsip umum dan prinsip umum pengembangan kurikulum tersebut adalah kita bisa menggunakannya secara bersamaan karena akan saling melengkapi. Meskipun demikian prinsip-prinsip di atas sifatnya tidak kau, masih mungkin untuk dimodifikasi ditambah atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan yang ada.[10]

IV.             KESIMPULAN
Pengembangan  kurikulum  dilakukan  secara  bertahap  dan  terus menerus. Agar pengembangan kurikulum  yang dilakukan tidak keluar dari arah  dan  tujuan  pendidikan  yang  ingin  dicapai,  maka  pengembangan kurikulum  harus  berpijak  pada  landasan-landasan  utama  dalam pengembangan  kurikulum,  serta  pada  prinsip-prinsip  dasar  dalam pengembangan kurikulum. 
Seperti  yang  telah  dijelaskan  pada  pembahasan  landasan  utama  pada pengembangan kurikulum adalah : 
1.  Landasan Filosofis
2.  Landasan Psikologis
3.  Landasan Sosiologis
4.  Landasan IPTEK
Sedangkan prinsip pengembangan kurikulum dibagi menjadi dua prinsip utama, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus.  Prinsip umum meliputi : prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, efektivitas, integritas, sinkronisasi, objektifitas, dan demokrasi. Dan untuk prinsip khusus meliputi : Tujuan kurikulum, isi kurikulum, didaktik-metodik (proses belajar-mengajar), media dan sumber belajar, serta evaluasi. Pengembangan kurikulum yang berdasarkan pada landasan dan prinsip pengembangan kurikulum yang ada, diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuan dari pendidikan nasional
V.                PENUTUP
Demikianlah makalah yang pemakalah buat dan sampaikan, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi isi maupun penulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif dinantikan pemakalah demi perbaikan makalah berikutnya. Dan semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan kita dan bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya, pemakalah menyampaikan terima kasih
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2012.
Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2011
http://restyamelia.blogspot.com/2012/03/landasan-dan-prinsip-prinsip.html


[1] http://sadidadalila.wordpress.com/2010/11/30/pengertian-kurikulum-sistem-landasan-dan-prinsip-pengembangannya/
[2] Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2011), hlm.43-44
[3] http://restyamelia.blogspot.com/2012/03/landasan-dan-prinsip-prinsip.html
[4] Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pembelajaran, hlm. 42
[5] Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 78
[6]  Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pembelajaran, hlm. 64-65
[7] Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, hlm. 29-30
[8] Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pembelajaran, hlm. 66-70
[9] Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, hlm. 34-35
[10] Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, hlm. 38-40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar